Mengenal Penyakit Epilepsi

Epilepsi atau lebih dikenal dengan penyakit ayan merupakan penyakit yang memungkinkan penderitanya mengalami kejang-kejang bahkan sampai kehilangan kesadaran dalam beberapa waktu. Penyakit ini menjadi mengerikan karena bisa kambuh kapan saja dan di mana saja. Namun, biasanya akan dipicu oleh beberapa faktor berikut ini:

  • Rangsangan cahaya. Cahaya matahari, televisi, lampu diskotik, dsb disinyalir dapat memicu kejang-kejang pada penderita epilepsi.
  • Stres yang dialami penderita juga akan membuat kejang-kejang kambuh.
  • Kurang tidur. Penderita epilepsi yang memiliki waktu tidur kurang dari 7-8 jam sehari dapat memicu serangan epilepsi.
  • Olahraga berlebihan. Olahraga memang baik bagi kesehatan, tapi jika terlalu berlebihan dapat memicu penyakit salah satunya membuat kambuh kejang-kejang.
  • Suasana yang menegangkan. Ketika penderita epilepsi merasakan suasana yang tegang, serangan epilepsi yang dimilikinya bisa kambuh.

Sebagian orang mengira bahwa penyakit epilepsi ini menular hanya dengan sentuhan atau melalui air liur sehingga tak jarang penderitanya dikucilkan dari lingkungan. Padahal, sebetulnya penyakit epilepsi tidak menular. Baca lebih lanjut untuk mengenal penyakit epilepsi di bawah ini.

Penyebab

Realitanya, penyakit epilepsi bisa diderita oleh siapa saja tidak memandang usia. Baik orangtua, anak-anak, maupun bayi sekalipun bisa terserang epilepsi. Apa pemicunya?

  • Faktor genetik. Bayi atau anak-anak yang menderita epilepsi idiopatik bisa dilatarbelakangi karena faktor keturunan dari orangtuanya.
  • Kecelakaan yang mengakibatkan luka berat di kepala. Luka berat di kepala karena kecelakaan akan memicu penyakit epilepsi simptomatik bahkan kematian. Makanya, pengendara motor diwajibkan menggunakan helm guna meminimalisir benturan di kepala ketika terjadi kecelakaan.
  • Serangan stroke. Stroke adalah kondisi di mana suplai darah yang membawa oksigen menuju otak terhambat karena kerusakan arteri. Akibat kondisi ini, penderita stroke juga berpotensi terserang epilepsi simptomatik.

Komplikasi

Penyakit epilepsi bisa menyebabkan komplikasi yang dapat membahayakan penderitanya. Seperti halnya:

  • Mengalami kecelakaan ketika epilepsi kambuh saat tengah berkendara
  • Mengakibatkan bayi yang dikandung cacat ketika epilepsi kambuh ketika tengah hamil
  • Menyebabkan tenggelam ketika epilepsi tiba-tiba kambuh saat di dalam air

Oleh karena itu, penderita epilepsi disarankan tidak berkendara atau berenang sendirian guna mengurangi resiko dan komplikasi yang berbahaya.

Pengobatan

Bagaimana mengobati penyakit epilepsi? Sejatinya, penyakit epilepsi tergolong penyakit yang sulit disembuhkan secara total. Pengobatan yang dilakukan penderita epilepsi hanya bertujuan untuk mencegah serta menurunkan frekuensi kejang-kejang. Adapun pengobatan yang bisa dilakukan penderita epilepsi yakni:

  • Minum obat antiepilepsi. Tiagabine, Lamotrigine, Topiramate merupakan beberapa jenis obat-obatan yang bisa dikonsumsi penderita epilepsi. Hanya saja, obat-obat tsb juga dapat menimbulkan efek samping seperti pusing, lelah, daya ingat menurun, ruam kulit, dsb.
  • Bedah otak. Penderita epilepsi juga bisa melakukan bedah otak dengan sebelumnya harus melalui sejumlah tes seperti tes memori, scan otak, dsb. Penurunan ingatan hingga stroke menjadi efek samping yang bisa dialami penderita epilepsi setelah pembedahan dilakukan.
  • Diet ketogenik. Diet bukan hanya dilakukan untuk mendapatkan berat badan ideal melainkan juga untuk meringankan gejala kejang-kejang pada penderita epilepsi. Diet yang dimaksud adalah diet ketogenik yakni diet yang rendah karbohidrat tapi tinggi lemak.

Pengobatan Luar Negeri Lebih Diprioritaskan, Mengapa?

Hampir setiap tahun pengobatan di luar negeri semakin menjadi pilihan pasien lokal untuk mendapat perawatan secara intensif. Kendatipun berobat ke negara tetangga memerlukan banyak persiapan seperti halnya mengurus pasport dan lain sebagainya, namun hal ini tidak menjadi hambatan untuk sebuah harapan agar bisa sembuh dari keluhan penyakit yang dirasakan. Meski rumah sakit pemerintah dan swasta tersedia banyak di tanah air, namun faktanya sebagian besar pasien kerap memprioritaskan diri untuk memperoleh pengobatan langsung di luar negeri. Dalam hal ini, ada beberapa alasan yang membuat pengobatan luar negeri semakin dilirik oleh banyak kalangan, sebagai berikut:

Tenaga medis yang berpengalaman

Rumah sakit top di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura rata-rata memiliki tenaga medis yang kompeten. Dengan pengalaman minimal 15 tahun bahkan sebagai seorang spesialis di dalamnya, sangat memungkinkan bagi pasien agar bisa memperoleh pengobatan yang menjanjikan. Dengan kata lain, pengalaman dokter yang semakin tinggi dalam menangani kasus pasien membuat mereka semakin ahli dan berpengalaman sehingga bisa memberikan penanganan yang terbaik terhadap pasien yang dirawat. Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat kesembuhan pasien diperantarai oleh dokter. Tenaga medis yang profesional juga tidak “senang” bila pasiennya berlama-lama dirawat inap di rumah sakit. Dengan keahliannya, dokter berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pengobatan agar pasien dapat cepat pulang ke rumah dengan kondisi kesehatan yang baik.

Peralatan medis yang mutakhir

Ada beberapa hal yang menjadi alasan betapa pentingnya peranan alat medis yang canggih dalam sebuah rumah sakit. Pertama, untuk mendapat diagnosis yang tepat dan akurat sehingga penanganan terhadap pasein tidak salah dilakukan. Bayangkan apabila diagnosis keliru, bukan tidak mungkin pengobatan pun justru tidak tepat, selain hasilnya nihil juga dapat menimbulkan resiko lain. Kedua, memperoleh pengobatan secara langsung tanpa harus mendapat rujukan ke rumah sakit lainnya untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Perkara ini tentunya tidak asing lagi didengar. Bahkan, tak sedikit pasien yang tidak tertolong ketika pengobatan terlambat dilakukan. Dari uraian tersebut, kedua hal ini sangat berperan penuh dalam sebuah pengobatan yang dilangsungkan. Ketika suatu penyakit yang diderita sudah kronis, tentunya harus diatasi dalam waktu cepat dan tepat untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Oleh karenanya, peran teknologi yang canggih dan mutakhir menjadi alasan banyak orang untuk memilih tempat pengobatan yang menjanjikan meski jaraknya harus ditempuh cukup jauh.

Biaya pengobatan masih terjangkau

Banyak beranggapan bahwa berobat ke luar negeri membutuhkan biaya yang cukup besar, mulai dari transportasi, rawat inap, pengobatan, sampai dengan biaya pulang. Untuk diketahui, pengobatan di Singapura memang cenderung lebih mahal dibanding lokal karena dari segi pelayanannya tidak perlu diragukan. Akan tetapi di Malaysia termasuk Penang, biaya pengobatan masih terjangkau bahkan tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Yang menjadi pokok permasalahan adalah harus mengantri untuk bertemu dokter (jika sebelumnya tidak membuat janji terlebih dahulu). Biaya pengobatan memang menjadi satu hal pokok yang harus dipertimbangkan dengan baik.Pasalnya, untuk mendapat penanganan yang tepat, akurat, dan maksimal, membutuhkan biaya yang tidak main-main.

Ada sebuah kemudahan ketika berkeinginan melakukan pengobatan di luar negeri demi kesembuhan orang terkasih, yakni menghubungi perwakilan resmi rumah sakit yang sudah terpercaya di antaranya berobatkepenang.com atau medisata.com. Dalam hal ini, pasien dapat memperoleh saran dan petunjuk persiapan sebelum berangkat, membuat janji bertemu dokter, mendapat bantuan menuju rumah sakit, atau bahkan menginginkan gambaran biaya pengobatan.

MediSata Global Solusi

Grand Puri Niaga, Blok K6/1N

Kembangan, Jakarta Barat, 11610

Hotline: 021 58351523

www.medisata.com

Sadari Ini Dapat Menjadi Pemicu Kanker

Kanker adalah suatu kondisi di mana pertumbuhan sel-sel tubuh jadi tidak terkendali. Penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian. Pengobatan medis yang dilakukan seperti halnya terapi radiasi, terapi hormonal, kemoterapi, dsb hanya sekedar mengobati secara lokal di mana sel kanker tinggal dan menghambat penyebaran sel-sel kanker, belum ada obat yang membunuh sel kanker secara tuntas. Oleh karenanya, penting untuk mencegah kanker sedini mungkin. Caranya? Tentu saja dengan menghindari hal-hal yang dapat menjadi pemicu kanker. Sadarilah, ini yang dapat menjadi pemicu kanker:

Rokok

Sadarilah bahwa rokok yang setiap hari Anda hisap tidak memberikan kebaikan tetapi justru menimbulkan berbagai masalah kesehatan termasuk kanker. Menurut penelitian, setidaknya ada sekitar 40 lebih karsinogen seperti arsen, benzena, karbon monoksida, dsb terdapat pada rokok. Karsinogen tsb memiliki kemampuan untuk merusak DNA sehingga dapat memicu kanker. Oleh sebab itu, mulai tinggalkan gaya hidup merokok dari sekarang. Awalnya memang akan sangat sulit karena berbagai keluhan seperti merasa pusing, kurang konsentrasi, kurang percaya diri, lelah, mulut terasa asam, dsb akan dialami. Namun, ini harus dilakukan untuk mengurangi resiko terserang kanker yang mematikan. Menggantinya dengan permen, memperbanyak minum air putih, dan melakukan terapi akupuntur menjadi beberapa upaya untuk menjauhkan diri dari rokok.

Makanan yang dibakar

Suka mengkonsumsi makanan yang dibakar? Makanan yang dibakar memang sangat mengundang selera makan, tapi dapat membawa penyakit kanker. Hal ini lantaran proses pembakaran akan membentuk senyawa Amina Heterosiklik (HCA) serta Hidrokarbon Aromatik Pilisiklik (PAH). Oleh karenanya, mulai sekarang coba kurangi kebiasaan mengkonsumsi makanan yang dibakar. Lebih aman dan sehat jika mengkonsumsi makanan yang direbus atau dikukus. Namun, jika sesekali ingin mengkonsumsi makanan yang dibakar, begini tips amannya: rebus dahulu bahan makanan sebelum dibakar guna mengurangi lemaknya karena lemak tsb dapat menimbulkan asap yang berbahaya, panggang bahan makanan dengan suhu rendah, sering membolak-balik bahan makanan supaya tidak berkerak yang menjadi pemicu kanker, dan tak lupa bersihkan hitam & kerak pada permukaan bahan makanan yang dipanggang.

Makanan kemasan

Ketahuilah bahwa makanan kemasan juga menjadi salah satu pemicu kanker karena terdapat senyawa akrilamida di dalamnya. Oleh sebab itu, sebaiknya untuk meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi makanan kemasan. Lidah memang akan dimanjakan dengan makanan kemasan, tapi dibalik kenikmatan itu makanan kemasan justru memberikan penyakit. Ketimbang konsumsi makanan kemasan, lebih sehat jika membuat makanan sendiri di rumah. Ada banyak sekali resep yang bisa Anda ikuti dari internet.

Buah yang terpapar pestisida

Setiap orang memang dianjurkan untuk mengkonsumsi buah-buahan. Ini karena buah-buahan mengandung vitamin C yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh supaya tubuh tidak rentan terserang penyakit, mengandung serat untuk melancarkan pencernaan, dan lain sebagainya. Akan tetapi, disarankan untuk mencuci bersih bila perlu mengupas buah sebelum mengkonsumsinya. Ditakutkan buah tsb terpapar pestisida yang dapat memicu pemicu penyakit berbahaya seperti kanker.

Itulah beberapa faktor yang dapat memicu penyakit kanker. Dengan adanya informasi ini, semoga Anda dapat lebih berhati-hati dalam menerapkan gaya hidup agar tidak menjadi pemicu masalah kesehatan seperti kanker.